Dinamika Organisasi Gontor

  Menanamkan Dasar Organisasi dari Generasi ke

Generasi Selanjutnya

Sebagai sarana pendidikan kepemimpinan, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Darussalam Gontor terus menjadi penggerak dan pengelola berbagai kegiatan dan aktivitas santri. Dengan motto “Siap memimpin dan mau dipimpin”, OPPM juga merupakan sarana mencetak kader pemimpin ummat yang kompeten dalam mengatur organisasi. Organisasi intra-sekolah yang berdiri sejak tanggal 6 Juli 1967 ini bagi santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang bertugas mengatur dan mengorganisir seluruh kehidupan santri secara mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, organisasi ini juga sebagai sarana pembinaan mental dan kreatifitas santri yang akan diterapkan di masyarakat kelak. Selain pengurus inti, organisasi ini membawahi 21 bagian dengan 210 orang pengurus. Bertindak sebagai pembimbing adalah Staf Pengasuhan Santri.

Profil OPPM, Terobosan Baru Untuk Orientasi Kepengurusan
Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Darussalam Gontor bertugas mengatur dan mengorganisir seluruh kehidupan santri secara mandiri dan bertanggung jawab. Maka, yang terdidik bukan hanya santri, namun juga, pengurus OPPM sendiri. Guna memahamkan santri mengenai bagian-bagian OPPM dan menyambung tali kaderisasi, pengurus OPPM tahun ini meluncurkan buku pedoman mengenai OPPM “Profil OPPM”. Selain itu, buku “Profil OPPM” ini menjelaskan secara singkat tentang definisi, sistem, fungsi, tugas, progam kerja serta langkah-langkah kepengurusan untuk seluruh bagian OPPM yang berjumlah 21 bagian. Penerbitan buku ini atas kerjasama antara Sekretariat Pusat OPPM dan Bagian Fotografi. “Nahnu naghrisu liman ba’dana”.
Revisi Buku Program Kerja
Selain menerbitkan buku “Profil OPPM”, Sekretariat Pusat OPPM juga merevisi buku program kerja OPPM. Hal itu dikarenakan, perkembangan organisasi ini yang semakin pesat dan cepat. Dengan suatu keyakinan dan kemauan keras untuk meningkatkan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Sekretariat Pusat OPPM merevisi buku Program kerja ini menjadi rujukan untuk tahun-tahun yang akan datang. Di antara revisi buku ini yaitu, pencantuman beberapa bagan organisasi yang berada di bawah garis struktural bagian-bagian OPPM, seperti: Bagian Sekretaris membawahi organisasi TWC dan OCC, Bagian Pengajaran membawahi organisasi Jam’iyyah Khutaba’ (JMK) dan FP2WS, dan lain-lain.
Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka.
Merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh pengurus OPPM beserta seluruh Kelas 5, Musyawarah Kerja diadakan setiap awal bulan Ramadhan untuk mengevaluasi kinerja OPPM tahun yang lalu dan membuat program kerja untuk 1 tahun kedepan. Muker tahun ini diketuai oleh Jarji Zaidan (Banten) dan A. Dzikri (Bandung). Sebagaimana musyawarah kerja pada umumnya, Muker OPPM yang bertempat di lantai 2 Koperasi Dapur dibagi menjadi tiga bagian: Sidang Pleno, Sidang Komisi dan Sidang Paripurna, berlangsung pada tanggal 29 Sya’ban 1431/10 Agustus 2010-3 Ramadhan 1431/13 Agustus 2010, di bawah bimbingan Ust. Mujahid Imaduddin, staf pengasuhan santri.
Sebagai tanda kesyukuran atas usainya Muker, diadakanlah buka puasa bersama dengan Pimpinan PMDG dan guru-guru. Acara ini menghabiskan dana sebesar Rp 12.550.000,00. salah satu hasil yang didapat dan memberi pengaruh besar adalah memasukkan pelanggaran santri yang merokok dalam pelanggaran berat.
Ekspo Darussalam
Untuk memeriahkan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1432, dihelat ekspo Darussalam yang melibatkan seluruh bagian OPPM, Koordinator, dan seluruh instansi se-Darussalam. Kegiatan yang bertempat di depan BPPM dan Masjid ‘Atiq ini dibuka oleh Bapak Pimpinan dan mampu memberi pengaruh yang baik bagi para santri, untuk berkreasi dan berprestasi. Ekspo Darussalam ini diselenggarakan agar santri mengetahui dan memahami organisasi yang ada di Pondok ini yang mana seluruh bagian OPPM, Koordinator, dan Instansi memperkenalkan bagiannya. Disamping itu mereka mengadakan berbagai perlombaan untuk semua santri se-Darussalam antara lain lomba menjadi bagian Keamanan dalam jangka 5 jam, panjat pinang, engkol mesin diesel, dan lain-lain.
Laporan Pertanggungjawaban dan Serah Terima Amanat
Seperti kata filsafat pondok “Mau memimpin dan siap dipimpin, Patah tumbuh hilang berganti”. Inilah salah satu filsafat pondok yang harus di pegang teguh oleh semua santri khususnya bagi semua pengurus OPPM.
Setelah setahun mengemban amanat, pada Sabtu-Senin, 12-14 J. Ula 1432/16-18 April 2011, para pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka diwajibkan mempertanggungjawabkan hasil kerja dan hasil usahanya di hadapan Pimpinan Pondok, para guru dan para santri. Acara ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 6.492.500,00.
Usai pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dilanjutkan dengan Serah Terima Amanat dari pengurus lama kepada pengurus baru. Pada periode 1432-1433/2011–2012 ini, terpilih sebagai ketua OPPM adalah Jalu Janu Harisman Radigdo, 5-F (Magetan) dan Ahmad Haikal Hasibuan, 5-C (Jakarta). Sedangkan, ketua Koordinator Gerakan Pramuka terpilih Shihab Iqbal Hidayat, 5-D (Jakarta) dan Arafat Noor Abdillah, 5-I (Magelang).
Penataran Manajemen dan Keorganisasian
Dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang keorganisasian, OPPM menyelenggarakan Penataran Manajemen dan Keorganisasian. Kegiatan ini melibatkan seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara bagian-bagian OPPM, Rayon, Konsulat, Klub, Instansi, dan Pengurus Rayon dari siswa Kelas 4.
Acara berlangsung mulai 17-20 November 2011 bertempat di BPPM, dengan menelan dana Rp. 3.600.000,00. Bertindak sebagai panitia, siswa Kelas 3 Intensif, Kelas 4, dan 5. Pembicaranya: Pimpinan Pondok, Staf Sekretaris Pimpinan, Staf Administrasi, Ust. H. Imam Bahroni, MA.MLS, Ust. Drs. H. Sujiat Zubaidi, M.Ag, Ust. Dr. H. Nur Hadi Ihsan, MIRKH, dan Ust. H. Y. Suyoto Arief, M.S.I.
Olimpiade Gontor
Tahun ini, “GONTOR Olympiad” mengambil tema “To Be Excellent by Thousands Movement”. Kegiatan ini merupakan kumpulan 5 divisi perlombaan (keilmuan, bahasa, kesenian dan ketrampilan, kepramukaan, dan olahraga). Sebanyak 75 jenis perlombaan digelar dalam satu waktu, pagi hingga sore hari selama satu minggu pada tanggal 6-13 R. Tsani 1432/11-18 Maret 2011.
Kegiatan yang mendapatkan antusias dari seluruh penghuni Darussalam ini dipanitiai oleh Kelas 6 KMI dengan bantuan dari beberapa kader dari Kelas 5 KMI dan diikuti oleh santri dari Kelas 1 – Kelas 5 utusan dari tiap-tiap rayon, klub olahraga, POT, kursus-kursus bahasa dan instansi-instansi non OPPM. Kegiatan penggerak kehidupan pondok secara totalitas ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 26.041.200,00.  Adapun pemenang dari beberapa perlombaan sebagai berikut:
1.   Divisi bahasa: juara 1 Shigar: GBS, juara 1 Kibar: GBK, juara umum: GBS, dan juara umum kursus: ABAH
2.   Divisi keilmuan: juara 1 instansi: FP2WS, juara 2 instansi: Darussalam Pos, juara 1 rayon: GBK, juara 2 rayon: Indonesia 1.1 dan juara umum: GBK
3.   Divisi kesenian dan ketrampilan: juara 1: GBK, juara 2: Indonesia 1.1, dan juara 3: Saudi 3.2
4.   Divisi olahraga: cabang Sepak Bola: New Putra FC; cabang Bola Basket: Hartop BBC; cabang Voli: Safari A; cabang Takraw: klub Negos A; cabang Bulu Tangkis: Wahid/Asep Maulana; cabang Futsal: Atomic; cabang Tenis Meja: Abiyyu Mahir.
5.   Divisi kepramukaan: Shigar: Sholihin 1; Kibar: Wisma Hadi, dan juara umum: GBK
Jam’iyyah Khutaba’ (JMK) Teladan Bagi Seluruh Orator di Darussalam
Untuk memotivasi santri dalam meningkatkan kemampuannya dalam berpidato, Bagian Pengajaran membentuk organisasi kecil yang terdiri dari santri Kelas 1-5 yang memiliki kemampuan dalam berpidato sebagai teladan bagi santri yang lain. Organisasi ini berjumlah 20 orang yang diberi nama “Jam’iyyah  Khutaba”.
Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk memaksimalkan bakat dan kemampuan santri dalam berpidato. Untuk mencapai tujuan tersebut dilaksanakan beberapa program di antaranya mengadakan penugasan penulisan teks pidato dalam 3 bahasa, menyaksikan pidato para orator dunia, menyaksikan film-film berbahasa Inggris dan Arab, dan lain-lain. Kemudian, para orator menyambangi gedung-gedung muhadharah santri per-zone pada hari Ahad dan Kamis sesuai jadwal yang ditentukan.
Penambahan dan Perbaikan Fasilitas Rayon
Dengan semakin memburuknya kondisi fasilitas rayon se-Darussalam, Staf Pengasuhan Santri menugaskan bagian Keamanan Pusat untuk mengkoordinir penambahan dan perbaikan fasilitas rayon. Perbaikan fasilitas tersebut berupa rak alas kaki (sandal dan sepatu) yang dibuat di Nganjuk dan Sawo (Ponorogo) dengan jumlah 275 rak seharga Rp. 140.650.000,00.
Pada tahun ini juga telah dipasang lampu LED bantuan dari PLN oleh bagian diesel di setiap gedung asrama, termasuk bagian-bagian OPPM dan Non OPPM. Pemasangan lampu ini bertujuan untuk lebih menghemat biaya listrik yang sering mengalami kenaikan walaupun kondisi pondok dalam keadaan biasa (selain waktu ujian).
Pengelolaan Sampah Semakin Menguntungkan
Mulai tahun ini, Bagian Bersih Lingkungan (Berlin) bekerjasama dengan sebuah perusahaan pengelolaan sampah organik milik salah seorang alumni Gontor 2002, Ramli (Surabaya). Kerjasama ini dilakukan dalam rangka pemanfaatan sampah-sampah yang terkumpul di Darussalam secara maksimal. Diawali dengan memisahkan antara sampah organik (rumput, dedaunan, dan lain-lain) dan non-organik (plastik, kaleng, kardus, botol minuman dan lain-lain).
Hal ini dilakukan karena melihat peluang besar yang mungkin didapatkan dari hasil pengelolaan sampah tersebut. Pada awal penjualan sampah tersebut selama 2 bulan ini sudah menghasilkan Rp. 6.600.000,00. yang mana, uang hasil penjualan sampah ini digunakan untuk operasional Berlin.


0 leave a comment :

Posting Komentar