Tidaklah bisa dikata kurang, dan tidaklah bisa dikata lebih. Sana sini boleh ajukan pendapat. Kamu, aku, dia, mereka mengoceh biarlah sudah. Bukan kocehan yang bisa merubah semua. Semua tahu. Jadi jangan hiraukan.
Singkat saja wong ini cuma di blog. Siapa yang peduli apa yang kita perbuat. Semua berhak menjadi apatis jika mereka mau. Semua orang berhak tidak peduli jika mereka mau. Yang kadang kita lakukan untuk banyak orang hanya akan jadi hal sia-sia. Itu hak mereka dan jika mereka mau.
Inilah apa yang terjadi. Semua dibutakan dengan apa yang dirasa. Semua ditulikan dengan apa yang terjadi.
Semua orang menjadi bodoh dan membodohkan. Lidah ini mungkin sudah terlalu berdosa untuk kembali berkata baik. Entah mana yang salah dan mana yang dipermasalahkan, hidup ini terlalu sementara untuk memikirkan siapa kamu.
Teruntuk yang terhormat, dan yang tercela. Semua kini tak ada bedanya, jelas saja karena semua manusia berdosa. Siapa kamu yang diatas sana duduk dan instruksi lalu digaji? Siapa kamu yang dibawah sana yang dihina lalu dicaci? Mengapa hidup ini begitu mudah menilai? Mengapa hidup ini begitu mudah berubah?
Tanah kaya ini tak lagi bisa dinikmati. Semua tertutup oleh kampanye sana sini dan promosi diri. Seakan dunia berubah dengan tangannya. Seakan hidup memudah di tangannya. Sudah kubilang, kan? Yang terhormat dan yang tercela tiada beda. Biarlah kamu mengoceh, kami tak butuh hanya kocehan.
Kamu, aku, dia, mereka juga harus bangkit. Kamunya yang berjuang bangkitkan semua. Kamu jangan koceh sana koceh sini saja. Semua orang sudah tahu dan paham bahwa mereka tak butuh kocehmu. Kami yakin dan selalu yakin kapasitasmu, kapabilitasmu, kepemimpinanmu, integritasmu, loyalitasmu, kejujuranmu semua tentangmu. Meski kamu bahkan bukan anak dari ibuku. Tapi sadarkah kamu jika kami semua harapkan negeri ini padamu? O, iya kami sudah yakin dengan kesiapanmu. Tinggal bagaimana kamu buang kocehmu itu agar tak bisa lagi kamu jilat.
Selalu aku bilang aku bukan orang sempurna. Tapi aku bisa mengoceh, dan jika kamu mau hiraukan saja. Semoga semakin banyak yang kau hiraukan semakin jauh kamu maju.
Maaf terlalu frontal, karena aku tahu kamu tidak akan peduli.
Serahkan saja semua pada yang Maha Berkehendak. Semua akan tahu jika sudah waktunya.
Wallahu a'lam bish shawwab.
Untuk Indonesiaku tercinta.

0 leave a comment :
Posting Komentar