Inikah HAK?

Aku manusia yang sangat biasa
Teruntuk yang melihatku sebagai demikian
Aku akan pula jadi manusia super
Teruntuk orang yang memandangku demikian

Aku bingung,
Kehidupan telah ditata dengan hak-hak mendasar
Membuat kita bernapas dengan pongah
Berjalan dengan angkuh
Dia tersenyum kesetanan dan berkata lantang: "I'm The World!!"
Lalu berjalan menuju persujudan
Kemudian tertawa nyinyir seolah itu adalah tempat kumuh
Terkumuh

Lalu sejumlah elektronik berkata lugu -dengan dalih hak- nya
Dan mempertontonkan sinema yang menjadi hak asasi orang lain
Menyebarluaskan, berpikir itu karya akbarnya
Beranggapan benar, dia berkata: "Ini hak saya!!"
Lalu, inginku menjawab: "Mana hakku, hak saudaraku?"
Namun, itu sia
Karena seolah, dunia tak mengutuknya sedikit pun,
dan itu benar

Lalu datang bom meroket menghempas nyawa
Mengucurkan darah, meremukkan tulang,
Membuat yang melahirkan menangis terisak
Padahal dia tak tahu, jasad siapa yang ia tangisi
Yang dia ketahui, buah hatinya hilang
Yang dia yakini, buah hatinya mati, dan ditangisinyalah buah hati orang
Melas, tapi dunia berpesta karenanya, bangga

Hingga berkatalah seorang ayah: "Apa salah anakku?"
Lalu yang "merasa" berhak berkata asal: "Salah sendiri anakmu hidup:"
Tangisan darah tak cukup menyelesaikan semua ini

Nyawa melayang begitu mudah
Pelatuk ditarik, peluru keluar dengan brutalnya
Ratusan nyawa tak lagi bernapas
Alih-alih bernapas, mereka sudah tak berbentuk
Tak usah dikubur, mereka telah menyatu dengan tanah
Menggemburkan tanah yang berpupuk darah
Inikah konspirasi?
Tentangan, ancaman, perjanjian damai
Semua melayang bagai bualan
Sebaik apapun dan seburuk apapun niat orang
Hasilnya hanya nyawa melayang
Membuat surga semakin penuh dengan jasad tanpa dosa
Membuat neraka penuh dengan jasad "mereka yang berhak"

Maaf, aku terkesan sok tahu
Tapi aku tidak memandang hak-hak tersebut sebagaimana sesuatu yang benar
Uang, kedudukan, dunia, semua membutakan mata yang dulunya sayu
Ambisi tak ada habisnya
Dan habislah manusia dengan ambisinya
Berfikir kebebasannyalah hal termutlak dimata semua
Semua dzat hidup
Bahkan Dzat yang Menghidupkan dilupakannya
Hidupnya hanyalah untuknya
Tak berfaedah

Maaf, mereka tak berTuhan, Tuhan mereka, ya Hak mereka
Aku memiliki Allah dalam keyakinanku, dalam nafasku, dalam do'aku, dalam hidupku

Aku mempunyai batasan sebagai seorang manusia
Aku mempunyai batasan untuk menjaga nyawa sesama
Aku mempunyai air mata yang cukup untuk menangisi anak tak berdosa itu
Aku mempunyai hati yang lurus untuk berfikir bahwa itu semua salah
Aku mempunyai tangan yang bisa kuulurkan untuk mendo'akan mereka
Aku mempunyai banyak orang yang masih mencintaiku
Aku mempunyai kehidupan yang harus aku jalani
Aku mempunyai kehidupan orang lain, yang harus aku hargai
Aku mempunyai banyak nyawa yang harus kujaga
Aku mempunyai agama yang tepat, SANGAT TEPAT
Aku mempunyai keyakinan bahwa kebathilan kelak akan musnah
....
Aku mempunyai ALLAH dalam hirupku, hidupku

1 leave a comment :