Entah dan mengapa,
Dan sejak kapan dia tak membasah Tak menyerap dan tak membanjiri
Mengalir ke tempat yang rendah dan terrendah,
Terrendah dan terdingin
Terdingin dan basah.
Dan tersunyi
Ku gali dan ku kubur, lalu
Aku rasa sia dan musnah
Aku tak berteduh namun tak basah
Aku tak menutup telingaku namun tak kudengar percik
Aku tak memejamkan mata namun tak kulihat ciprat
Namun aku tahu Hujan jatuh dengan lebatnya
Entah dan mengapa, Dan sejak kapan jembatan tak kunjung tandus
Tak rubuh dan tak berdiri kokoh
Tak kunjung kucapai ujung
Tak kunjung terguyur basah hujan
Tak kunjung ku telusur
Iya, dan aku hanya berdiri berhujan-hujan.
Namun aku tak basah
Entah dan mengapa, Dan sejak kapan aku paham mendung bakal hujan
Bunga merekah, laut berdesir, sungai meluap,
Rumput menghijau, tanah basah, dan gembala berteduh
Entah dan mengapa, Dan sejak kapan aku tahu pelangi muncul setelah hujan
Terkadang terasa indah, Seberanginya mimipi tiap orang
Namun hanya sesaat, dan
Entah dan mengapa, Dan sejak kapan aku tahu pelangi tak selalu muncul setelah hujan
0 leave a comment :
Posting Komentar