Jumpa Kembali!



Terhitung sudah hampir satu tahun aku nggak posting bahkan buka blog ini. Maklum, semua fasilitas internet plus komputer (baca: warnet) gratis sudah tidak lagi aku nikmati. Tentulah, pengabdian menjadi surga bagi semua blogger mungkin. Tanpa sedikitpun rogoh kocek untuk kuota internet, kita bisa berselancar di dunia maya secara gratis.

Itu basa-basinya. Banyak hal pribadi yang seharusnya bisa kita ungkap demi kepentingan banyak orang, yang mungkin bisa bermanfaat bagi banyak orang. Itu pula salah satu tujuan mengapa aku buat blog ini. Karena sejujurnya, aku ingin berbagi pengalaman dan ingin menyalurkan hobiku menulis ini.

Seiring berjalan waktu, banyak hal terjadi. Banyak hal yang terkadang memaksa mata ini untuk tidak lagi tertutup. Terbuka dan melihat, betapa luas pendapat, cara pandang, persamaan, perbedaan, pola hidup, rezeki, keberuntungan, kesialan, jalan hidup, dan takdir yang ada dunia ini. Mungkin yang tersebut diatas belum bisa mewakili secara kompleks, apa yang aku telah temui. Belum lagi apa yang aku belum pernah temui.

Roda berputar, meski tetap pada poros dan tidak berjalan-jalan kemanapun. Terkadang manusia berada dibawah sehingga tergilas. Namun ketika mereka diatas, mereka melupakan apa yang harus mereka persiapkan ketika mereka akan kembali tergilas. Bukan berarti aku sudah menguasai tekhnik khusus apapun untuk menghadapi itu semua. Justru hingga saat ini pun aku belum bisa temukan jati diriku. Terkadang bahkan aku merasa hanya bisa bicara, tanpa ada bukti riil bahwa aku siap untuk jalani hidup yang lebih keras lagi kelak ketika aku dewasa. Selalu dengan enteng aku lalui hari-hari mudaku ini. Itulah mengapa lidah tidak bertulang. Dan itulah mengapa aku menulis.

Jumpa lagi denganku, aku yang sedikit banyak berbeda dengan aku yang terakhir kali buka dan posting dalam blog ini. Sudah banyak hal yang aku alami hingga aku kembali menulis blog. Yang jika kuurai tak akan habis meski harus berpuluh halaman. Kebanyakan peristiwa sama, namun memiliki nilai mendalam yang aku nggak kunjung paham dan memahami pelajaran itu baik-baik. Itulah manusia. Aku manusia.

Hingga saat ini pula aku selalu mengaku bahwa diriku adalah pengejar mimpi. Mimpi yang tinggi, karena tak ada mimpi yang rendah. Namun jika diukur dan diulur, aku belum lakukan apapun. Sebuah keuntungan sebenarnya aku sadar akan hal ini. Hanya karena aku manusia lah aku selalu acuh dan mengabaikan hal-hal ini. Hal kecil jika ditumpuk pun akan menjadi gunung. Semua manusia tahu akan hal itu. Semua manusia.

Inilah menulis, kadang kita akan tahu seberapa banyak kemunafikan kita sebagai manusia. Yang membuat kita berpikir sedikit lebih dalam hungga kita tahu seberapa dalam dan seberapa dangkal kita. Inilah hidup. Hidup kita, jangkauan kita, kedalaman diri kita, kemawasan kita, kedewasaan kita, keberanian kita mengungkapkan rasa munafik dalam diri. Lebih dalam lagi. Sejujurnya bagiku pribadi, menulis adalah nikmat dimana kita bisa berkaca dan introspeksi dengan apa yang kita sudah tulis.

Bahwa terkadang pekerjaan dan tanggung jawab sederhana pun dapat menguak siapa kita, apa kita, bagaimana kita, sejauh apa kita, seberapa besar dan kecil kita.

Inilah kita. Manusia.

Wallahu a'lam bish shawab.

0 leave a comment :

Posting Komentar