Syarat Jadi Kawan


Kau harus mau bantuku waktu susah
Kau harus sedia terima keluh kesahku
Kau harus tahu apa kebutuhanku
Kau harus tahu aku sibuk hingga kau tak gangguku
Kau harus tahu kalau aku kawanmu, ada syaratnya:

Kalau aku berbuat baik padamu,
Harus ada balasannya
Harus, harus, harus

Jadi pendengar yang baik, terbaik
Jadi penasehat yang bijak, terbijak
Jadi ekonom yang royal, terroyal
Jadi humoris yang lucu, terlucu
Jadi manusia yang loyal, terloyal
Jadi fasilitator yang lengkap, semua terpenuhi

Aku mau apa kau ikut
Aku tak mau apapun, kau beri aku apa kumau
Apapun tak mau, telusuri hingga kau tahu mauku
Dan apabila
Aku tinggalkan kau,
Tak usah kau kejar

Tak usah kau kejar, kutinggal kau jauh
Jauh, jauh, jauh

Sepintas kita bernapas
Seolah tak merebut napas orang lain

Sepintas kita berbicara
Seolah tak merenggut sedikit hak pembicara lain

Sepintas kita berkeinginan
Seolah tak menghalangi keinginan orang lain

Sepintas kita memandang
Seolah semua orang begitu sibuk dengan urusannya
Lupa kalau kawan juga berurusan
Banyak
Banyak sekali
Banyak sekali demikian
Banyak sekali demikian yang lupa
Banyak sekali demikian yang lupa bahwa

Kawannya punya hidup
Kawannya punya napas



5 leave a comment :

  1. banyak sekali yang lupa. bahwa kita sendiri adalah teman dari teman yang kita temani.
    banyak sekali yang malah meninggikan persepsi dirinya sendiri sebagai teman. padahal ia tetap saja dianggap teman oleh temannya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini bukan kadang, yang paling sering kita selalu egois pada teman... lupa kalo punya teman

      Hapus
    2. suka lupa juga kalo kita ini juga hanya dianggap teman oleh teman kita sendiri.

      Hapus
  2. tapi teman bisa berarti lebih ketimbang pacar kan, wan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teman lebih berarti dari pacar. tapi teman tak lebih berarti ketimbang keluarga. :)

      Hapus